KOTA METRO – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Metro memasuki usia ke-64. Di usia tersebut, organisasi yang menaungi para purnabakti aparatur sipil negara (ASN) itu dinilai masih memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso saat menghadiri peringatan HUT ke-64 PWRI Kota Metro di Wisma Haji Al-Khairiyah, Selasa (21/7/2026).
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, pengurus PWRI, serta para anggota PWRI Kota Metro.
Bambang mengatakan masa pensiun tidak lantas mengakhiri pengabdian seseorang kepada masyarakat. Menurutnya, pengalaman dan kepedulian para purnabakti ASN masih dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial.
Ia pun mengapresiasi anggota PWRI yang selama ini tetap aktif melakukan kegiatan untuk masyarakat.
“Semangat pengabdian yang ditunjukkan anggota PWRI menjadi teladan bagi ASN yang masih aktif. Meski telah purna tugas, mereka tidak pernah berhenti berbuat baik dan terus berkontribusi melalui berbagai kegiatan sosial demi kemajuan Kota Metro,” ujar Bambang.
Salah satu kegiatan yang mendapat apresiasi Pemkot Metro yakni program Jumat Berkah. Melalui program tersebut, anggota PWRI secara swadaya dan gotong royong telah menyalurkan lebih dari 2.000 paket makanan kepada masyarakat.
Kegiatan itu juga menjadi inspirasi bagi Pemkot Metro untuk membangun kolaborasi bersama PWRI. Salah satu rencana yang disiapkan yakni program berbagi dengan melibatkan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Metro.
Bambang berharap kondisi fiskal daerah ke depan semakin membaik. Dengan demikian, pemerintah dapat memberikan dukungan lebih optimal terhadap kegiatan PWRI sesuai kemampuan keuangan daerah dan aturan yang berlaku.
“Kami berharap hubungan baik antara Pemerintah Kota Metro dan PWRI terus terjalin. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan pengabdian yang selama ini ditunjukkan PWRI menjadi energi positif bagi pembangunan Kota Metro,” katanya.
Di tengah acara, Bambang mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mendoakan putri Wakil Wali Kota Metro yang sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta.
Para anggota PWRI dan tamu undangan kemudian mengikuti doa tersebut dengan khidmat.
Doa bersama itu menjadi bentuk solidaritas sekaligus harapan agar keluarga diberikan kekuatan dan putri Wakil Wali Kota segera mendapatkan kesembuhan.
Sementara itu, Ketua PWRI Kota Metro Ridhuwan Sory Maoen Ali mengatakan HUT ke-64 menjadi momentum untuk kembali memperkuat persaudaraan dan semangat pengabdian para purnabakti ASN.
Menurutnya, meski tidak lagi menjalankan tugas kedinasan, para anggota PWRI masih memiliki pengalaman serta pengetahuan yang dapat dibagikan kepada masyarakat.
“Memasuki usia ke-64, PWRI terus berkomitmen menjadi wadah yang menjaga semangat silaturahmi, persaudaraan, serta pengabdian para purnabakti ASN.
Walaupun telah menyelesaikan tugas kedinasan, kami percaya pengalaman, pengetahuan, dan keteladanan yang dimiliki anggota PWRI masih dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan Kota Metro,” kata Ridhuwan.
Ridhuwan juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Metro yang dinilai telah memberikan perhatian dan ruang bagi PWRI untuk tetap berkontribusi dalam pembangunan.
Peringatan HUT ke-64 PWRI Kota Metro berlangsung dalam suasana akrab. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut menjadi penghormatan bagi para purnabakti ASN yang telah mengabdikan diri bagi masyarakat, bangsa, negara, dan Kota Metro. (TM/adv)